Haloo, bertemu lagi di minggu ke 6. Pada minggu ini merupakan kali pertama saya luring di kampus karena saya memiliki absen genap, sedangkan yang absen ganjil mengikuti perkuliahan secara daring. Saya lumayan antusias untuk merasakan perjalanan ke kampus pagi-pagi dan bertemu secara tatap muka dengan Bu Pipit. Di minggu ini kita membahas Penalaran (Konsep Berfikir), tapi sebelum itu kita sedikit mereview materi minggu kemarin.
"What is Thinking?" Berpikir adalah proses kognitif yang terarah dan terorganisir yang kita gunakan untuk memahami pikiran kita.
Menurut Edward de Bono (1970), ada 4 tahapan proses sikap pemikiran kreatif, yaitu :
1. Akumulasi / latar belakang
Kreasi yang baik biasanya didahulukan oleh penyelidikan atau pengumpulan informasi. Hal ini meliputi membaca, berbicara dengan orang lain, menghadiri pertemuan profesional, karena hal ini dapat memperluas wawasan dan memberikan sudut pandang yang berbeda.
2. Inkubasi
Dalam tahap ini tidak selalu seseorang harus terus menerus memikirkan masalahnya, tetapi ia dapat sambil melakukan kegiatan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah. Akan tetapi ada waktu tertentu dimana ia harus sempatkan diri memikirkan masalahnya untuk mencari pemecahannya.
3. Gagasan
pada tahap ini, ide/solusi yang dicari mulai ditemukan .
4. Evaluasi dan Implementasi
Dalam tahap ini seseorang harus lebih serius, disiplin dan benar berkonsentrasi. Seseorang yang sukses dapat mengidentifikasi ide-ide yang mungkin dapat dikerjakan dan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
Types of thinking : Critical Thinking (menganalisis, mengevaluasi, penalaran)
Creative Thinking (tidak perlu menghafal definisi, cukup pahami dan latih keterampilan berpikir kritis atau harus membuat ide baru)
Jika keduanya diterapkan maka disebut Problem Solving & Decision Making.
DEFINISI PENALARAN
Penalaran merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.
10 Kesalahan Berlogika atau Logical Fallacy
1. Ad Hominem
Merupakan kesalahan logika ketika kita menyerang sosok pembawa argumen alih-alih argumennya. Kita memandang rendah pendapatnya hanya karena karakter personal yang kita anggap tak kredibel.
2. Slippery Slope
Merupakan kesalahan berpikir yang mengasumsikan bahwa kejadian A akan berdampak pada kondisi ekstrim. Orang yang melakukan slippery slope lebih mendasarkan pendapatnya pada emosi.
3. Red Herring
Merupakan kesalahan berpikir ketika seseorang membawa topik yang tidak relevan untuk mengalihkan perdebatan. Atau bahasa gaulnya 'Ditanya apa jawabnya apa'.
4. Strawman
Strawman merupakan kesalahan logika yang paling menyebalkan. Terjadi ketika kita salah menginterpretasikan argumen orang lain, lalu menyerang argumen tersebut dengan interpretasi kita yang salah tadi. Bahasa gaulnya 'melintir omongan orang'.
5. Tu Quoque
Yang berarti "kamu juga". Kesalahan logika ini membalas kritikan dengan kritik juga. Penyanggah menunjuk kepada "kemunafikan" pembawa argumen, sehingga memunculkan anggapan bahwa argumen yang dibawa menjadi tidak valid.
6. False Dichotomy
Merupakan kesalahan berpikir yang menganggap bahwa hanya ada dua pilihan terhadap suatu kasus, walau nyatanya ada pilihan-pilihan lain. Nama lainnya "black-white fallacy".
7. Burden of Proof
Terjadi ketika kita membuat sebuah klaim, lalu mengatakan itu benar hanya karena pihak lain tidak mampu membuktikan kesalahannya.
8. Appeal to Authority
Terjadi ketika kita menganggap argumen kita benar hanya karena dikatakan oleh seorang yang berpengaruh.
9. No True Scotsman
Terjadi ketika kita mengabaikan kritik dengan alasan bahwa ia termasuk pengecualian.
10. Anecdotal
Terjadi ketika kita menyanggah argumen orang dengan pengalaman pribadi kita tanpa didasari argumen valid. Mengapa ini bermasalah? tentu saja karena pengalaman setiap orang berbeda-beda dan tak dapat menjadi tolak ukur kebenaran yang dapat dibuktikan secara umum. Ia juga tidak membahas inti masalah, namun hanya mengubah fokus.
Nah itu tadi merupakan pembahasan kita pada minggu ini. Sampai bertemu di blog selanjutnya...










Komentar
Posting Komentar